Senin, 22 April 2013

Pendahuluan DNS dan DHCP (Soal+Jawaban)



SOAL!
1.        Sebutkan dan jelaskan struktur sebuah nama domain!
2.        Jelaskan mengenai istilah – istilah yang ada pada DNS Server berikut dan jelaskan cara konfigurasi masing – masing perintah di bawah ini pada DNS  Server bind 9!
·                   NS (Name Server) record
·                   MX (Mail Exchange) record
·                    A (Address) record
·                   WKS (Well Knows Service) record
·                   HINFO (Host INFOrmation) record
·                   CNAME (Cannonical Name) record
3.        Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai DNS master slave beserta konfigurasinya dan zone transfer!
4.        Jelaskan istilah – istilah mengenai DHCP di bawah ini:
             a.     DHCP DISCOVER
             b.    DHCP OFFER
             c.     DHCP REQUEST
             d.    DHCP ACK
             e.     DHCP Scope
             f.     DHCP Lease
5.        Berikan langkah – langkah client bisa mendapatkan IP melalui DHCP!
6.        Sebutkan urutan kerja DHCP lease process!



JAWABAN!
1) Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:


Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
· com Organisasi Komersial
· edu Institusi pendidikan atau universitas
· org Organisasi non-profit
· net Networks (backbone Internet)
· gov Organisasi pemerintah non militer
· mil Organisasi pemerintah militer
· num No telpon
· arpa Reverse DNS
· xx dua-huruf untuk kode negara
(id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.


Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.



Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.


Sumber Referensi No 1 :


2) Penjelasan masing – masing perintah di dalam DNS Server beserta contoh konfigurasinya:
a. NS (Name Server) record
Fungsi : NS record merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. Authoritative server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif apabila primary master server tidak bisa diakses oleh secondary server.

Format : [domain] IN NS server

Komponen Name Server Record
- domain = Authoritative server untuk domain ini adalah DNS server yang tertulis pada komponen server.
- server = Hostname dari komputer yang merupakan authoritative DNS server untuk domain yang tercantum pada komponen domain. Komponen ini ditulis secara FQDN.

Berikut ini adalah contoh penulisan Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain
paume.itb.ac.id.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3 hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after 10 week
8640000 ) ; Minimum ttl of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN NS maingtw.paume.itb.ac.id.
IN NS gopher.ee.itb.ac.id.




b. MX (Mail Exchange) record
Fungsi : MX record digunakan untuk menredirect mail untuk suatu host ataupun suatu domain ke host yang berfungsi sebagai mail server. MX record sangat berguna untuk suatu domain yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk host-host yang terdapat pada domain ini akan di redirect ke host yang menjalankan mail software.

Format : [name] IN MX preference host

Komponen Mail Exchange Record
- name = Hostname ataupun domain tujuan pengiriman mail. Bila tujuan pengiriman adalah suatu domain pada suatu zona file, maka bagian ini cukup dikosongkan.
- preference = Menentukan tingkat prioritas mail server yang akan digunakan untuk menredirect mail ke name. Sebuah host ataupun suatu domain bisa mempunyai beberapa mail server dan mail server yang digunakan pertama kali adalah mail server dengan prioritas treating dan apabila mail server ini gaggle dihubungi maka digunakan prioritas berikutnya dan demikian seterusnya. Mail server dengan preference tournedos merupakan prioritas treating.
- host = Adalah hostname dari mail server yang digunakan untuk menredirect mail ke host ataupun domain yang didefenisikan pada field name.

Berikut ini adalah contoh suatu zona file yang mempunyai MX record untuk domain dan MX record untuk host.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3 hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after 10 week
8640000 ) ; Minimum ttl of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN MX 40 mail.bbpt.go.id.
IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id.
system IN A 167.205.22.98
IN MX 40 mail.bppt.go.id.
IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id.
IN MX 10 system.paume.itb.ac.id.
nmi IN A 167.205.22.99
IN MX 40 mail.bppt.go.id.
IN MX 10 nmi.paume.itb.ac.id.


c. A (Address) record
Fungsi : Untuk memetakan hostname ke IP address.

Format : [host] IN A address

Komponen Address Record
- host = Nama host yang hostnya seperti yang tercantum pada komponen address, hostname ditulis relatif terhadap domain dari host tersebut. Misalkan address record dari maingtw.paume.itb.ac.id akan dituliskan pada zona file db.paume maka yang dituliskan pada zona file hanya maingtw.
- address = adalah IP address untuk host dan ditulis dalam bentuk dotted-decimal.

Suatu host yang bersifat multihoming, yaitu host yang terhubung ke beberapa network dengan menggunakan lebih dari satu network interface maka record address host tersebut dapat lebih dari satu.

Berikut ini adalah contoh penulisan Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain
paume.itb.ac.id.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3 hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after 10 week
8640000 ) ; Minimum ttl of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN NS maingtw.paume.itb.ac.id.
IN NS gopher.ee.itb.ac.id.
system IN A 167.205.22.98
nmi IN A 167.205.22.99
       IN A 167.205.16.3
design IN A 167.205.22.100
            IN A 167.205.21.4
itbgtw IN A 167.205.22.101
gw-paume IN A 167.205.22.102
device IN A 167.205.22.105
            IN A 167.205.19.1


d. WKS (Well Knows Service) record
Fungsi : Memberikan informasi tentang layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap host.

Format : [host] IN WKS address protocol services

Komponen dari Well Known Services Record
- host = Hostname dari komputer yang WKS-nay tercantum pada field services.
- address = IP address dari host.
- protocol = Transport protocol yang digunakan oleh services bake TCP ataupun UP.
- services = Daftar service yang digunakan oleh host.

Sama seperti HINFO, WKS sampai saat ini juga belum ada aplikasi TCP/IP yang menggunakan record ini. WKS hanya seeker infromasi bat Pamela jaringan.

Berikut ini adalah contoh Zona File yang menggunakan record CNAME, HINFO dan WKS record.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3 hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after 10 week
8640000 ) ; Minimum ttl of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
system IN A 167.205.22.98
IN HINFO PC-486/DX Novell3.12
dns IN A 167.205.22.120
IN HINFO HP9000/300 HP-UX-7.0
IN WKS TCP telnet smtp ftp finger
domain IN CNAME dns.paume.itb.ac.id.


e. HINFO (Host INFOrmation) record
Fungsi : Mendeklarasikan informasi singkat tentang hardware dan dan sistem operasi yang digunakan pada suatu hostname.

Format : [host] IN HINFO hardware software

Komponen Host Information Record
- Host = Hostname dari komputer yang hardware dan sistem operasinya dideskripsikan pada field hardware dan software.
- hardware = Field ini mengidentifikasikan hardware yang digunakan oleh host. Field berisi nama mesin yang digunakan dan tidak boleh terdiri dari karakter spasi.
- software = Field ini mengidentifikasikan sistem operasi yang digunakan oleh host.

Sampai saat ini belum ada aplikasi TCP/IP yang menggunakan Host Info Record. Record ini hanya digunakan untuk memberikan infromasi kepada pengguna jaringan.


f. CNAME (Cannonical Name) record
Fungsi : Mendefenisikan alias name atau nickname untuk suatu host.

Format : nickname IN CNAME host

Komponen dari Canonical Name Record
- nickname = Adalah alias nama untuk host yang tercantum pada filed host
- host = Hostname yang alias namenya tercantum pada field nickname. Hostname harus ditulis secara FQDN dan tidak boleh merupakan alias name.





Sumber Referensi No 2 :







3) DNS Slave adalah memfungsikan DNS server hanya menggunakan forwarder
Konfigurasi DNS Master Slave :
1. Konfigurasi IP Address di Komputer menjadi
PC 1
Address : 192.168.1.13
Netmask : 255.255.255.0
Virtualisasi
Address : 192.168.1.113
Netmask : 255.255.255.0
Konfigurasi ip address di Virtualisasi dengan perintah :
nano /etc/network/interfaces
Kemudian inputkan address, netmask, dll sesuai data di atas.

2. Kemudian restart network interface dengan perintah :
Invoke-rc.d networking restart

3. Kemudian masukkan konfigurasi untuk update dan instalasi software di ubuntu ke jaringan lokal seperti di bawah ini :
IP Address untuk repositori : 192.168.1.100
Perintah :
nano /etc/apt/sources.list

4. Kemudian install software yang dibutuhkan, seperti :
- Bind
- Apache2
Perintah :
- apt-get install bind9
- apt-get install apache2
Setelah itu cek software yang telah diinstall dengan perintah :
- dpkg –l bind9
- dpkg –l apache2

5. Kemudian kita konfigurasi DNS Server, buka dan konfigurasi file /etc/bind/named.conf.local untuk membuat zone untuk DNS Server.
Perintah :
nano /etc/bind/named.conf
Pada Konfigurasi zone kali ini, kita mempunyai lebih dari satu name server dengan 2 tipe berbeda, yaitu :
- Master
Untuk yang master kita membuat name server seperti biasa, dengantipe master. Kemudian nameserver kita ini akan menjadi Master DNSbagi komputer-komputer lainnya yang terkoneksi di jaringan yang sama.
Allow-transfer { any;};
Berarti bahwa kita memperbolehkan transfer konfigurasi Db ke semuapc yang berada dalam jaringan yang sama.
- Slave
Pada konfigurasi slave ini, kita menjadi slave dari beberapa master dns. Jadi, kita memasukan konfigurasi zone yang “Forward”
Lalu, kita melakukan master ke 4 server diatas yaitu :
- Name Server : 31.tkj.net
Type : SlaveFile : db.forward *
Master : 192.168.1.131
- Name Server : 9.tkj.net
Type : SlaveFile : Ien *
Master : 192.168.1.109
- Name Server : 6.tkj.net
Type : SlaveFile : firman *
Master : 192.168.1.106
- Name Server : 21.tkj.net
Type : SlaveFile : kures *
Master : 192.168.1.121

Kemudian, kita melakukan master ke 4 server diatas yaitu :
- Name Server : 30.tkj.net
Type : SlaveFile : tomi *
Master : 192.168.1.130
- Name Server : 27.tkj.net
Type : SlaveFile : sri *
Master : 192.168.1.127
- Name Server : 8.tkj.net
Type : SlaveFile : giyan *
Master : 192.168.1.108
- Name Server : 4.tkj.net
Type : SlaveFile : fauzi *
Master : 192.168.1.104
*: Untuk pemberian nama pada file, tidak harus sama dengan file yang ada di server. Jadi, penamaannya bisa dilakukan sesuai selera.

6. Setelah itu kita buat file database untuk zone yang telah dikonfigurasi,copykan file db.255 untuk 13.db, db.127 untuk reverse.db, dan16reverse.db menggunakan perintah :
- Cp db.255 13.db
- Cp db.127 reverse.db
- Cp db.127 16reverse.db

7. Kemudian kita konfigurasi file /etc/bind13.db untuk forward, dengan perintah : nano /etc/bind/13.db . Dan Inputkan konfigurasi untuk DNS forward

8. Kemudian kita konfigurasi file /etc/reverse.db untuk reverse, dengan perintah : nano /etc/bind/reverse.db . Dan Inputkan konfigurasi untuk DNS reverse

9. Kemudian lakukan restart pada software bind9 dengan perintah :
Invoke-rc.d bind9 restart

10. Sekarang, kita konfigurasi web server. Pertama lakukan pemindahan lokasi ke folder /etc/apache2/sites-available, dengan perintah :
cd /etc/apache2/sites-available
kemudian copy file default  menjadi www dan mail.
cp default www
cp default mail

11. Kemudian kita edit file www, dan inputkan konfigurasi nameserver padafile tersebut. Perintah : nano www

12. Kemudian save file tersebut, dan kita buat folder www, dengan cara :
mkdir /var/www/www
Kemudian copykan file index.html ke folder www tersebut dengan cara :
cp index.html /var/www/www/
Dan edit sesuai format biodata di bawah ini :
- Nama : Kurniawan Suganda
- Kelas : XII TKJ A
- Jurusan : TKJ

13. Setelah itu kita lakukan proses enabling web server kita, perintah :
A2ensite mail
A2ensite www

14. Untuk melakukan pengecekan kita masukkan dns server dengan IP Address 192.168.1.113 pada file /etc/resolv.conf. Sebenarnya cara yang lebih aman bisa dilakukan dengan menambahkan nameserver pada /etc/networki/interfaces.

15. Terakhir kita lakukan reload pada web server apache2 tadi dengan perintah :
Service apache2 reload

Sumber Referensi No 3 :


4) Penjelasan istilah dalam DHCP :
a.         DHCP DISCOVER
DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
b.        DHCP OFFER
Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
c.         DHCP REQUEST
Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
d.        DHCP ACK
DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
e.         DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP. Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
f.         DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi. DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
5) Langkah – langkah client bisa mendapatkan IP melalui DHCP
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
1.      DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2.      DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3.      DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4.      DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.


6) Urutan kerja DHCP lease process :
1. Service DHCP Server (Listen..)
2. Menerima DHCPDISCOVER dari Client
3. DHCP Server menawarkan IP address ( DHCPOFFER ) Ke Client
4. Client menerima tawaran IP address ( DHCPREQUEST ) dari DHCP Server
5. DHCP Server menyetujui Request IP ( DHCPACK ) Dari Client
6. DHCP Server menyimpan konfigurasi IP address Client dalam database
7. Selesai...




Sumber Referensi No 6 :


1 komentar:

  1. Wynn Slots for Android and iOS - Wooricasinos
    A wooricasinos.info free app for slot machines from WRI Holdings Limited septcasino.com that lets you play https://deccasino.com/review/merit-casino/ the popular jancasino games, such as free video slots, table games microtouch solo titanium and live casino

    BalasHapus