SOAL!
1.
Sebutkan dan jelaskan struktur sebuah
nama domain!
2.
Jelaskan mengenai istilah – istilah yang
ada pada DNS Server berikut dan jelaskan cara konfigurasi masing – masing
perintah di bawah ini pada DNS Server
bind 9!
· NS
(Name Server) record
· MX
(Mail Exchange) record
· A
(Address) record
· WKS
(Well Knows Service) record
· HINFO
(Host INFOrmation) record
· CNAME
(Cannonical Name) record
3.
Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai
DNS master slave beserta konfigurasinya dan zone transfer!
4.
Jelaskan istilah – istilah mengenai DHCP
di bawah ini:
a. DHCP
DISCOVER
b. DHCP
OFFER
c. DHCP
REQUEST
d. DHCP
ACK
e. DHCP
Scope
f. DHCP
Lease
5.
Berikan langkah – langkah client bisa
mendapatkan IP melalui DHCP!
6.
Sebutkan urutan kerja DHCP lease
process!
JAWABAN!
1) Struktur
DNS
Domain Name Space merupakan sebuah
hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa
bagian diantaranya:
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan
kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling
atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan
berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh
dari top-level domains:
· com Organisasi Komersial
· edu Institusi pendidikan atau
universitas
· org Organisasi non-profit
· net Networks (backbone Internet)
· gov Organisasi pemerintah non militer
· mil Organisasi pemerintah militer
· num No telpon
· arpa Reverse DNS
· xx dua-huruf untuk kode negara
(id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi
second-level domains dan hosts.
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host
dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan,
bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan
subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat
komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.
Host Names
Domain name yang digunakan dengan host
name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer.
Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah
host name dan detik.com adalah domain name.
Sumber
Referensi No 1 :
2) Penjelasan masing – masing perintah
di dalam DNS Server beserta contoh konfigurasinya:
a. NS (Name Server)
record
Fungsi : NS record
merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. Authoritative
server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif
apabila primary master server tidak bisa diakses oleh secondary server.
Format : [domain] IN
NS server
Komponen Name Server Record
- domain = Authoritative server untuk
domain ini adalah DNS server yang tertulis pada komponen server.
- server = Hostname dari komputer yang
merupakan authoritative DNS server untuk domain yang tercantum pada komponen
domain. Komponen ini ditulis secara FQDN.
Berikut ini adalah contoh penulisan
Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain
paume.itb.ac.id.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host
dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan
gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id.
cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3
hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after
10 week
8640000 ) ; Minimum ttl
of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN NS maingtw.paume.itb.ac.id.
IN NS gopher.ee.itb.ac.id.
b.
MX (Mail Exchange) record
Fungsi : MX record
digunakan untuk menredirect mail untuk suatu host ataupun suatu domain ke host
yang berfungsi sebagai mail server. MX record sangat berguna untuk suatu domain
yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk host-host yang
terdapat pada domain ini akan di redirect ke host yang menjalankan mail
software.
Format : [name] IN MX
preference host
Komponen Mail Exchange Record
- name = Hostname ataupun domain tujuan
pengiriman mail. Bila tujuan pengiriman adalah suatu domain pada suatu zona
file, maka bagian ini cukup dikosongkan.
- preference = Menentukan tingkat
prioritas mail server yang akan digunakan untuk menredirect mail ke name.
Sebuah host ataupun suatu domain bisa mempunyai beberapa mail server dan mail
server yang digunakan pertama kali adalah mail server dengan prioritas treating
dan apabila mail server ini gaggle dihubungi maka digunakan prioritas
berikutnya dan demikian seterusnya. Mail server dengan preference tournedos merupakan
prioritas treating.
- host = Adalah hostname dari mail
server yang digunakan untuk menredirect mail ke host ataupun domain yang
didefenisikan pada field name.
Berikut ini adalah contoh suatu zona
file yang mempunyai MX record untuk domain dan MX record untuk host.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host
dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan
gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id.
cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3
hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after
10 week
8640000 ) ; Minimum ttl
of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN MX 40 mail.bbpt.go.id.
IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id.
system IN A
167.205.22.98
IN MX 40 mail.bppt.go.id.
IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id.
IN MX 10 system.paume.itb.ac.id.
nmi IN A 167.205.22.99
IN MX 40 mail.bppt.go.id.
IN MX 10 nmi.paume.itb.ac.id.
c.
A (Address) record
Fungsi : Untuk
memetakan hostname ke IP address.
Format : [host] IN A
address
Komponen Address Record
- host = Nama host yang hostnya seperti
yang tercantum pada komponen address, hostname ditulis relatif terhadap domain
dari host tersebut. Misalkan address record dari maingtw.paume.itb.ac.id akan
dituliskan pada zona file db.paume maka yang dituliskan pada zona file hanya
maingtw.
- address = adalah IP address untuk host
dan ditulis dalam bentuk dotted-decimal.
Suatu host yang bersifat multihoming,
yaitu host yang terhubung ke beberapa network dengan menggunakan lebih dari
satu network interface maka record address host tersebut dapat lebih dari satu.
Berikut ini adalah contoh penulisan
Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain
paume.itb.ac.id.
; domain paume.itb.ac.id
; NS terdapat pada host
dns.paume.itb.ac.id,
; maingtw.paume.itb.ac.id, dan
gopher.ee.itb.ac.id
@ IN SOA dns.paume.itb.ac.id.
cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3
hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after
10 week
8640000 ) ; Minimum ttl
of 100 day
IN NS dns.paume.itb.ac.id.
IN NS maingtw.paume.itb.ac.id.
IN NS gopher.ee.itb.ac.id.
system IN A 167.205.22.98
nmi IN A 167.205.22.99
IN A 167.205.16.3
design IN A 167.205.22.100
IN A 167.205.21.4
itbgtw IN A 167.205.22.101
gw-paume IN A 167.205.22.102
device IN A 167.205.22.105
IN A 167.205.19.1
d. WKS (Well Knows
Service) record
Fungsi
: Memberikan informasi tentang layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap
host.
Format
: [host] IN WKS address protocol services
Komponen
dari Well Known Services Record
-
host = Hostname dari komputer yang WKS-nay tercantum pada field services.
-
address = IP address dari host.
-
protocol = Transport protocol yang digunakan oleh services bake TCP ataupun UP.
-
services = Daftar service yang digunakan oleh host.
Sama
seperti HINFO, WKS sampai saat ini juga belum ada aplikasi TCP/IP yang
menggunakan record ini. WKS hanya seeker infromasi bat Pamela jaringan.
Berikut
ini adalah contoh Zona File yang menggunakan record CNAME, HINFO dan WKS
record.
;
domain paume.itb.ac.id
;
NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id,
;
maingtw.paume.itb.ac.id, dan gopher.ee.itb.ac.id
@
IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. (
9506271135 ; Serial
10800 ; Refresh every 3 hours
3600 ; Retry every hour
6048000 ; Expire after 10 week
8640000 ) ; Minimum ttl of 100 day
IN
NS dns.paume.itb.ac.id.
system
IN A 167.205.22.98
IN
HINFO PC-486/DX Novell3.12
dns
IN A 167.205.22.120
IN
HINFO HP9000/300 HP-UX-7.0
IN
WKS TCP telnet smtp ftp finger
domain
IN CNAME dns.paume.itb.ac.id.
e. HINFO (Host
INFOrmation) record
Fungsi : Mendeklarasikan
informasi singkat tentang hardware dan dan sistem operasi yang digunakan pada
suatu hostname.
Format : [host] IN
HINFO hardware software
Komponen Host Information Record
- Host = Hostname dari komputer yang
hardware dan sistem operasinya dideskripsikan pada field hardware dan software.
- hardware = Field ini
mengidentifikasikan hardware yang digunakan oleh host. Field berisi nama mesin
yang digunakan dan tidak boleh terdiri dari karakter spasi.
- software = Field ini
mengidentifikasikan sistem operasi yang digunakan oleh host.
Sampai saat ini belum ada aplikasi
TCP/IP yang menggunakan Host Info Record. Record ini hanya digunakan untuk
memberikan infromasi kepada pengguna jaringan.
f.
CNAME (Cannonical Name) record
Fungsi :
Mendefenisikan alias name atau nickname untuk suatu host.
Format : nickname IN
CNAME host
Komponen dari Canonical Name Record
- nickname = Adalah alias nama untuk
host yang tercantum pada filed host
- host = Hostname yang alias namenya
tercantum pada field nickname. Hostname harus ditulis secara FQDN dan tidak
boleh merupakan alias name.
Sumber
Referensi No 2 :
3)
DNS Slave adalah memfungsikan DNS server hanya menggunakan
forwarder
Konfigurasi DNS Master Slave :
1. Konfigurasi IP Address di Komputer
menjadi
PC
1
Address
: 192.168.1.13
Netmask
: 255.255.255.0
Virtualisasi
Address
: 192.168.1.113
Netmask
: 255.255.255.0
Konfigurasi ip address di Virtualisasi
dengan perintah :
nano
/etc/network/interfaces
Kemudian inputkan address, netmask, dll
sesuai data di atas.
2. Kemudian restart network interface
dengan perintah :
Invoke-rc.d networking
restart
3. Kemudian masukkan konfigurasi untuk
update dan instalasi software di ubuntu ke jaringan lokal seperti di bawah ini
:
IP Address untuk
repositori : 192.168.1.100
Perintah :
nano
/etc/apt/sources.list
4. Kemudian install software yang
dibutuhkan, seperti :
- Bind
- Apache2
Perintah :
- apt-get install bind9
- apt-get install
apache2
Setelah itu cek software yang telah
diinstall dengan perintah :
- dpkg –l bind9
- dpkg –l apache2
5. Kemudian kita konfigurasi DNS Server,
buka dan konfigurasi file /etc/bind/named.conf.local untuk membuat zone untuk
DNS Server.
Perintah :
nano
/etc/bind/named.conf
Pada Konfigurasi zone kali ini, kita
mempunyai lebih dari satu name server dengan 2 tipe berbeda, yaitu :
- Master
Untuk yang master kita membuat name
server seperti biasa, dengantipe master. Kemudian nameserver kita ini akan
menjadi Master DNSbagi komputer-komputer lainnya yang terkoneksi di jaringan
yang sama.
Allow-transfer { any;};
Berarti bahwa kita memperbolehkan
transfer konfigurasi Db ke semuapc yang berada dalam jaringan yang sama.
- Slave
Pada konfigurasi slave ini, kita menjadi
slave dari beberapa master dns. Jadi, kita memasukan konfigurasi zone yang
“Forward”
Lalu, kita melakukan master ke 4 server
diatas yaitu :
- Name Server : 31.tkj.net
Type : SlaveFile : db.forward *
Master : 192.168.1.131
- Name Server : 9.tkj.net
Type : SlaveFile : Ien *
Master : 192.168.1.109
- Name Server : 6.tkj.net
Type : SlaveFile : firman *
Master : 192.168.1.106
- Name Server : 21.tkj.net
Type : SlaveFile : kures *
Master : 192.168.1.121
Kemudian, kita melakukan master ke 4
server diatas yaitu :
- Name Server : 30.tkj.net
Type : SlaveFile : tomi *
Master : 192.168.1.130
- Name Server : 27.tkj.net
Type : SlaveFile : sri *
Master : 192.168.1.127
- Name Server : 8.tkj.net
Type : SlaveFile : giyan *
Master : 192.168.1.108
- Name Server : 4.tkj.net
Type : SlaveFile : fauzi *
Master : 192.168.1.104
*: Untuk pemberian nama pada file, tidak
harus sama dengan file yang ada di server. Jadi, penamaannya bisa dilakukan
sesuai selera.
6. Setelah itu kita buat file database
untuk zone yang telah dikonfigurasi,copykan file db.255 untuk 13.db, db.127
untuk reverse.db, dan16reverse.db menggunakan perintah :
- Cp db.255 13.db
- Cp db.127 reverse.db
- Cp db.127 16reverse.db
7. Kemudian kita konfigurasi file
/etc/bind13.db untuk forward, dengan perintah : nano /etc/bind/13.db . Dan
Inputkan konfigurasi untuk DNS forward
8. Kemudian kita konfigurasi file
/etc/reverse.db untuk reverse, dengan perintah : nano /etc/bind/reverse.db .
Dan Inputkan konfigurasi untuk DNS reverse
9. Kemudian lakukan restart pada
software bind9 dengan perintah :
Invoke-rc.d bind9
restart
10. Sekarang, kita konfigurasi web
server. Pertama lakukan pemindahan lokasi ke folder
/etc/apache2/sites-available, dengan perintah :
cd /etc/apache2/sites-available
kemudian copy file default menjadi www dan mail.
cp default www
cp default mail
11. Kemudian kita edit file www, dan
inputkan konfigurasi nameserver padafile tersebut. Perintah : nano www
12. Kemudian save file tersebut, dan
kita buat folder www, dengan cara :
mkdir /var/www/www
Kemudian copykan file index.html ke
folder www tersebut dengan cara :
cp index.html
/var/www/www/
Dan edit sesuai format biodata di bawah
ini :
- Nama : Kurniawan Suganda
- Kelas : XII TKJ A
- Jurusan : TKJ
13. Setelah itu kita lakukan proses
enabling web server kita, perintah :
A2ensite
mail
A2ensite
www
14. Untuk melakukan pengecekan kita
masukkan dns server dengan IP Address 192.168.1.113 pada file /etc/resolv.conf.
Sebenarnya cara yang lebih aman bisa dilakukan dengan menambahkan nameserver
pada /etc/networki/interfaces.
15. Terakhir kita lakukan reload pada
web server apache2 tadi dengan perintah :
Service apache2 reload
Sumber
Referensi No 3 :
4) Penjelasan istilah dalam DHCP :
a.
DHCP DISCOVER
DHCP client akan menyebarkan request
secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
b.
DHCP OFFER
Setelah
DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian
menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
c.
DHCP REQUEST
Client
meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang
tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
d.
DHCP ACK
DHCP server akan merespons
permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP
Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada
klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan
memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah
memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
e.
DHCP Scope
DHCP
Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga
dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan
konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka
waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga
hari. Informasi mengenai DHCP. Scope dan alamat IP yang telah disewakan
kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai
alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang
tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam
konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
f.
DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu
penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server.
Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang
administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi. DHCP Lease
juga sering disebut sebagai Reservation.
5) Langkah – langkah client bisa
mendapatkan IP melalui DHCP
DHCP Client akan
mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP
server dalam proses empat langkah berikut:
1. DHCPDISCOVER:
DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server
yang aktif.
2. DHCPOFFER:
Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan
sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST:
Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat
yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK:
DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket
acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan
konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database
miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol
TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi
jaringan.
Empat tahap di
atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang
sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3
dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal),
yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan
sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam
sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam
sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat
menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan,
karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat
menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan
sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu
ke waktu.
Catatan:
DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
6) Urutan kerja DHCP lease process :
1. Service DHCP
Server (Listen..)
2. Menerima
DHCPDISCOVER dari Client
3. DHCP Server
menawarkan IP address ( DHCPOFFER ) Ke Client
4. Client
menerima tawaran IP address ( DHCPREQUEST ) dari DHCP Server
5. DHCP Server
menyetujui Request IP ( DHCPACK ) Dari Client
6. DHCP Server
menyimpan konfigurasi IP address Client dalam database
7. Selesai...
Sumber
Referensi No 6 :
Wynn Slots for Android and iOS - Wooricasinos
BalasHapusA wooricasinos.info free app for slot machines from WRI Holdings Limited septcasino.com that lets you play https://deccasino.com/review/merit-casino/ the popular jancasino games, such as free video slots, table games microtouch solo titanium and live casino